(500) Days of Summer

Thanks God, u brings Zooey Deschanel. Setelah sukses mendampingi Jim Carrey di Yes Man, Zoey si cantik, naif dan akting memikatnya, tampil kembali dalam drama komedi terbaru: (500) Days of SUmmer. Film cergas dari debut sutradara video Marc Webb.

Secara cerita, film ini klise. Soal Tom Hansen, seorang tim kreatif kartu ucapan yang jatuh cinta (Joseph Gordon Levitt)pada perempuan biasa bernama Summer Finn (Zoey). Summer hadir ketika Tom tengah rapat. Diperkenalkan sebagai asisten baru oleh direkturnya, diam-diam tampilan Summer yang biasa-biasa saja itu tak terlalu memikat Tom. Hari kesekian, kabar bahwa Summer adalah perempuan frigid–yang tidak pernah bicara di ruang photocopy, sampai pada Tom. Tom curi-curi pandang, tapi greget itu tidak pernah datang.

Hari kesekian, ia satu lift dengan SUmmer. Tom tiis saja mendengarkan musik. Tapi, “I Like The Smiths,” ujar Summer pada Tom. There Is A Light That Never Goes Out tengah diputar Tom saat itu. Well, satu selera rupanya. Mulailah perhatian Tom memusat pada Summer. Dan kesekian hari, kesekian hari, begitu banyak kejadian yang akhirnya makin mendekatkan Tom pada SUmmer–ciuman di tempat photocopy merubuhkan semuanya.

Oh ya, meski Tom jatuh cinta, Summer bukan perempuan mudah berkomitmen. Bisa dibilang tidak mau. “Kita berteman saja,” begitu katanya pada Tom. Ok berteman, tapi Tom bisa tidur bareng, make love juga,dan melakukan hal-hal romantis seperti layaknya pasangan. Ok,pada hari kesekian dan kesekian, Tom bisa menerima fakta soal Summer ini. Nggak penting soal label memang. Summer adalah penganut this free world, as long as u happy just do it. Modern girl.

Tapi Tom tak memiliki hati seluas samudera untuk menerima kenyataan ini. Lama-hari kesekian dan kesekian-lama, hubungan ini menjadi aneh juga. Tom mulai mempertanyakan,”sebenernya kita itu ngapain sih?” Tom mulai primitif ketika desakan mempertanyakan status datang. Pada hari kesekian, hubungan itu mulai rapuh. Membosankan.Dan pada hari kesekian, adegan menunjukan perpisahan datang begitu saja. Summer cabut dari kantor. Tom jatuh pada kubangan “cinta ini membunuhku,” begitulah.

Dan hari kesekian pula, setelah lumayan lama, bertemu kembali ia dengan SUmmer. Perasaan muncul kembali. Tapi, kenyataan sudah jauh berbeda. Summer sudah berkomitmen. Kenapa bisa?

Sebetulnya film ini biasa-biasa saja. Menjadi menarik ketika film yang naskahnya dibuat oleh Michael H.Weber dan Scott Neustadter (pink panther 2) ini tidak membuat alur film lurus begitu saja. Sesuai judulnya, alur film memakai hitungan hari, namun sutradara mengulang-alik alurnya. Hari kesekian bahagia mendadak melompat di hari ketiga ratus yang suram. Tidak membosankan jadinya. Awalnya mungkin agak membingungkan, tapi oke lucu juga.

Dari segi akting Zoey dan Gordon pun tak kedodoran. Menarik, sederhana dan tak berlebihan. Film ini makin asyik karena sepanjang film dibubuhi begitu banyak lagu-lagu menarik dari The SMiths, Feist, The Temper Trap,Simon and Garfunkel, etc. Mungkin yang agak mengganggu ketika satu scene ini ada adegan kabaret. Tapi koreography yang oke menutupi gangguan kecil ini. Film ini menarik untuk disimak. Lupakan “Happy Go Lucky” dan nikmati (500) Days of Summer.