Captain America: The First Avenger

Si Captain America atau Steve Rogers (Chris Evans) dalam film Captain America: The First Avenger, adalah anak dari seorang veteran perang yang selalu gagal untuk mendaftarkan diri untuk bergabung dalam militer karena postur tubuh yang tidak mencukupi standar untuk menjadi seorang army.

Hingga suatu ketika dia di tarik dengan alasan yang tidak jelas untuk bergabung dengan militer, dan Rogers pun dijadikan kelinci percobaan sebagai Superior Army. Alhasil, Rogers mengalami perubahan bentuk postur tubuh, yang tadinya pendek, o’on, geje, namun berhasil berubah menjadi kekar dan six pack klo istilah orang jaman sekarang..hahahahahaa.

Dari awal hingga akhir film, jangan heran kita akan disuguhi dengan efek-efek 3D kelas murahan bahkan peralatan-peralatan perang canggih pun seperti pesawat-pesawat aneh, mobil dan kapal selam dalam film ini serta senjata-senjata lainnya, sangat mustahil untuk dilihat pada tahun 1942 yaitu saat World War II.

Belum lagi adegan-adegan yang terlalu memaksakan melow ketika Captain America menyimpan foto si Komandan Carter dalam arloji rantainya yang diam-diam si Captain jatuh hati padanya. Konyolllllll….. apalagi adegan ciuman terakhir mereka dimana sang Captain America hendak melompat masuk melewati roda pesawat yang dikendarai Red Skull (Hugo Weaving). Wahahahhaa…bener-bener enggak banget nih adegan, dan tidak ada faktor pendukung cerita yang jelas, sampai-sampai mereka saling tatap dan having kissed. Jedar-jedor yang gak jelas, ledakan-ledakan yang tidak penting, visual efek CGI yang masih culun, bahkan sisipan romance dalam film Captain America: The First Avenger ini pun memang tidak layak untuk dinikmati. .

Barangkali sang sutradara Joe Johnston memang tidak layak di acungi jempol. Lihatlah film-film Joe Johnston sebelum dia membuat Captain America ini seperti The Wolfman (2010), Jurassic Park III (2001), Hidalgo (2004), yang mana tidak satupun film tersebut yang mendapatkan perhatian besar dari kalangan penikmat film maupun para kritikus film. Bahkan yang ada hanya promosi besar-besaran pada berbagai media sebagai strategi marketing…LoL….

Alasan penulis untuk nonton film ini pun sebenarnya bukan karena Judulnya Captain America yang diangkat dari Marvels Komik, namun tidak lain karena ada Tommy Lee Jones, Hugo Weaving, Stanley Tucci, dan Samuel L. Jackson yang ikut ambil bagian dalam film ini. Namun walaupun banyak aktor-aktor bergengsi dalam Captain America: The First Avenger ini, namun tetap saja tidak dapat menganggkat cerita yang bagus untuk dijadikan sebagai bahan perbincangan dengan kerabat maupun menghasilkan kekaguman pada diri sendiri. Walaupun akting mereka terlihat memuaskan, tapi cerita film garapan sutradara Joe Johnston ini menciptakan alur cerita visual yang aneh untuk disimak. Bahkan untuk menulis review inipun, penulis dengan berat hati menjabarkannya. Dan beginilah akibatnya kalau menggabungkan tema film antara action, adventure, fantasy, sci-fi, dan war dengan paksaan.

Baiklah, daripada menjabarkan kesalahan-kesalahan dalam film atau ratusan caci-maki yang tidak enak dibaca, alangkah baiknya kita sudahi menulis review ttg Captain America: The First Avenger Kopral America ini.