Hachiko: A Dog’s Story

Seekor anjing kecil dipaketkan ke sebuah tempat. Ke sebuah tujuan entah kemana. Anjing mungil itu berkelana. Melewati kota besar dengan pendar lampu. Deru kota. Suara pesawat terbang. Dan sebuah kereta api. Sebuah kecerobohan kecil membuat tas tempat ia berlindung tergelincir, si anjing kecil meronta membuka pintu. Ia terbebas kebingungan. Dimana ini? Matanya asing melihat sekeliling. Tapi akhirnya ia tertumbuk pada suara seorang lelaki dewasa. Lelaki tinggi yang tengah sibuk menelpon. Inilah pertemuan Hachi dengan Parker Wilson (Richard Gere) pertama kali. Pertemuan yang sudah ditentukan nasib.

Karena manusia tidak pernah menemukan Hachiko. Tapi Hachi yang menemukan siapa tuannya kelak. Hachi adalah ras Akita, yang silsilahnya bisa dilacak sampai 4.000 tahun silam. Di Jepang, pada era feodal, hanya ada satu kelas yang terkenal memelihara anjing Akita, yakni Shogun. Malam itu, Parker agak ragu membawa Hachi pulang. Cate, istrinya (Joan Allenn) sebelumnya sudah memelihara anjing. Dan anjing itu hilang. Tapi untuk semalam saja, janji Parker. Kesetiaan Hachi sudah terwujud pada Parker sejak pertemuan pertama. Ketika tuan dan nyonyanya tidur, anjing kecil lucu ini menyelinap ke kamar tidur, membangunkan si penghuni kamar. Hampir Hachi kena usir. Parker memindahkannya ke gudang. Nanti, disanalah Hachi grow up.

Hachi akhirnya tinggal bersama keluarga Parker. Tak hanya tinggal. Hachi mengabdi dengan baik pada tuannya. Setiap pagi ia rajin mengantar Parker ke stasiun kereta–hingga semua orang mengenalnya, mampir ke toko daging dan pulang. Sore, ia kembali ke stasiun dan menunggu Parker pulang. Setiap hari. Ini menyentuh sekali. Adegan ini mendominasi film berdurasi 93 menit tersebut. Setting juga berkisar antara rumah dan stasiun kereta api. Momen mengesankan adalah saat Parker meninggal, dan selama 9 tahun Hachi setia menunggu. Hachi adalah legend di Jepang.

Ini adalah film remake dari film jepang ‘Hachiko monogatari; Film ini lebih memperlihatkan hubungan antara anjing dan tuaannya. Stephen P. Lindsey tampaknya tak terlalu mengubah alur skenario film aslinya. Settingnya saja yang berubah. Sutradara Lasse Hallström memandu film tanpa letupan ini.

Film ini sederhana. Film aslinya sendiri sudah sangat jadul. Tapi versi Gere ini layak tonton kok. Kalau anda merasa film ini monoton, ambil saja nilai positifnya. Hachiko: A Dog’s Story