Megamind

Telah lahir Super Hero baru “Megamind”. Tadinya saya pikir film ini sama seperti kebanyakan film-film Super Hero lainnnya. Ternyata setelah menonton filmnya jauh sekali dari pikiran itu. Megamind adalah Megamind tidak seperti Superman, Batman dan Spiderman. Megamind (Will Ferrell) adalah sosok antagonis yang jenius “the bad guy”, dibenci seluruh kota Metro City dan hanya mengabdi pada kejahatan (saya melihatnya sebagai sosok yang konyol). Dihadapkan dengan tokoh Super Hero “Metro Man” (Brad Pitt) seperti kebanyakan tokoh super hero memiliki sosok yang tampan, diidolakan dan tak lupa selalu didampingi wanita cantik, dalam hal ini Roxanne Ritchie (Tina Fey) seorang reporter TV.

Dari sisi cerita rupa-rupanya sang Sutradara Tom McGrath dan penulis naskah Alan J. Schoolcraft dan Brent Simons ingin mengajak penonton Megamind kepada suatu relaita sosial dan konflik batin kedua tokoh film ini antar lain tentang cinta dan kekuasaan.

Baiklah ceritanya begini. Masih ingat Superman? sosok manusia super yang berasal dari planet Krypton yang kemudian diadopsi oleh sepasang suami istri yang tinggal di Smallville? Begitu juga dengan Megamind, bedanya ada dua sosok yang telempar dan berasal dari planet yang sama yaitu Megamind dan Metroman. Megamind dibesarkan dilingkungan Penjara sejak kecil, karena memang ia terjatuh disana. Berbeda dengan Metro Man yang terjatuh dan dibesarkan di rumah seorang Bangsawan, sehingga keduanya memiliki karakter kepribadian yang berbeda. Sejak kecil hingga remaja Megamind dan Metroman selalu menjadi rival dalam segala hal dan hingga mereka beranjak dewasa. Bisa dikatakan telah menjadi takdir hidup mereka untuk menjadi tokoh kebaikan dan kejahatan.

Tapi apa boleh buat, menjadi super hero seumur hidup adalah bukan pilihan “Metro Man”, sehingga dalam suatu pertempuran dengan Megamind, Ia membuat drama atas kematian dirinya, karena hanya dengan itu menurutnya ia terbebas dari tanggung jawabnya sebagai super hero, dan pensiun. Megamind akhirnya mencapai puncak impiannya, tidak ada lagi musuh bebuyutan yang menghalang-halangi dirinya. Singkat cerita Megamind telah menguasai seluruh Metro City dan berbuat sekehendak hatinya. Tetapi apa boleh di kata jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa kesepian. Ia menyadari bahwa kehidupan tanpa kebaikan terasa hampa, begitu juga sebaliknya, “there is no Yin without Yang”. Ditambah lagi karena kedekatannya dengan seorang wanita Roxanne Ritchie yang mengubah Megamind menjadi sosok yang lembut.

Muncul suatu gagasan untuk menciptakan Super Hero baru untuk mengisi kekosongan itu dan bisa menggantikan posisi Metro Man sebagai pembela kebenaran yang selama ini dianggap telah mati oleh seluruh penduduk Metro City. Dengan kejeniusannya Megamind menciptakan “Titan” super hero baru yang diambil dari DNA Metro Man. Megamind berharap Titan akan menjadi super hero menggantikan Metro Man dan menjadi teman bertempur abadi antara kebaikan dan kejahatan. Namun apa boleh buat semuanya tidak sesuai rencana, Titan yang telah didik menjadi “the good guy” memilih menjadi “the bad guy” yang artinya mengambil posisinya selama ini. Disinilah menurut saya menariknya film ini, yang secara alamiah Megamind harus menjadi sosok pembela kebenaran.

Bagi anda yang suka sama film-film animasi, Megamind cukup menghibur dan sama menariknya dengan film Bold dan The Incredibles.