Info Film Bioskop 17 Again

Apa yang akan anda lakukan jika kembali menjadi umur 17 tahun lagi? silahkan renungkan jawabanya baik-baik bagi anda yang telah melalui masa itu. Saya yakin ada banyak hal yang ingin anda lakukan jika anda diberikan kesempatan untuk mengulangi, bertransformasi secara fisik menjadi 17 again – sementara anda tidak lugu lagi, umur anda sekarang 30′an – yang tahu jawaban dan apa yang ingin dilakukan hanya diri anda sendiri. 17 Again berkisah tentang drama keajaiban itu, jika tidak ingin dibilang sebuah kekacauan antar generasi.

Mike O’Donnell muda (Zac Efron) adalah seorang bintang disekolahnya, selain rupawan ia juga memiliki prestasi gemilang sebagai Atlit Basket, pastinya digandrungi oleh cewek-cewek semasa itu. Namun 16 tahun kemudian, kegemilangan itu tidak terjadi ketika Mike beranjak dewasa (Matthew Perry). Mike hanya menjadi seorang karyawan biasa yang setia, yang tidak pernah mendapat promosi jabatan dari perusahaan. Bahkan Mike menjadi Ayah yang menyebalkan di mata kedua anaknya Maggie (Michelle Trachtenberg) dan Alex (Sterling Knight). Parahnya Mike harus menghadapi kenyataan buruk, sidang perceraian dengan istrinya Scarlett (Leslie Mann) yang dia nikahi karena hamil diluar nikah.

Untungnya Mike memiliki seorang sahabat baik Ned Freedman (Thomas Lennon), yang mau menampung dia dalam masa sidang perceraian. Ned adalah sahabat Mike sejak sekolah yang dulunya menjadi bahan olok-olakan teman-temanya karena perawakannya yang kecil dan culun. Kini Ned adalah seorang milyader karena kemampuanya diatas rata-rata menciptakan software untuk mencegah pembajakan musik.

Suatu hari sepulang dari kantor Mike mengalami keajaiban, setelah tercebur ke sungai Mike bertransformasi menjadi umur 17 tahun. Bersama Ned yang berpura-pura sebagai Ayahnya ia mendaftar kesekolah lagi, Mike dengan nama samaran “Mark Gold” yakin ia diberi kesempatan untuk mengulang masa lalunya dengan “cara yang benar”. Namun demikian, Mike malah menjumpai kalau anak perempuanya Maggie berkencan dengan Stan Kapten Tim Basket yang bajingan, dan anak laki-lakinya Alex sering diintimidasi oleh teman-temannya sendiri. Barulah Mike menyadari bahwa misi sebenarnya adalah membantu anak-anaknya tersebut.

Usaha Mike memang tidak mudah. Dalam suatu kelas Seks Education yang juga dihadiri oleh Maggie, ketika guru di Amrik sana lajim mengajarkan seks dengan pengaman. Mike malah berceramah diruang kelas layaknya orang tua kepada anaknya. Mike juga harus berteman dan membantu Alex supaya masuk menjadi Tim Basket Sekolah. Dalam suatu perjumpaan dengan istrinya Scarlett, kadang Mike keceplosan memanggil “Scar” panggilan khusus suaminya, dan Mike berkali-kali berusaha menggagalkan calon suami baru Scarllett ketika mengajakanya diner.

Hingga hari H sidang perceraian, Mike masih tetap 17 tahun “Mark Gold” padahal persidangan tersebut wajib dihadiri, jika tidak secara otomatis dikatakan sebagai bentuk persetujuan. Berkat anjuran Ned akhirnya Mark Gold datang ke persidangan tersebut dengan berpura-pura membawa surat dari Mike sang suami. Mark Gold membacakan isi surat tersebut dengan sepenuh hati hingga meluluhkan hati Scarlett, namun Scarllett akhirnya mengetahui bahwa surat yang dibawa Mark Gold tersebut hanya coretan biasa.

Apa yang terjadi berikutnya, silahkan tebak sendiri. Film 17 again cocok ditonton bagi anda yang berumur 17an juga bagi anda yang telah melalui masa itu dan sebaiknya ditonton setelah buka puasa.

CASINO ROYAL – 007

James Bond diperankan oleh aktor Daniel Craig yang penuh dengan kontroversi saat pertama kali dirinya terpilih. Rambutnya yang pirang tentu saja membuat kontroversi, karena sejak awal, pemeran James Bond tidak ada yang berambut pirang. Mulai dari Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton, hingga Pierce Brosnan. Selain itu, wajahnya pun dinilai kurang berkarakter aristokrat, untuk memerankan seorang agen intelejen Inggris yang pintar memikat wanita. Memang Casino Royal adalah novel pertama Ian Fleming, kendati orang telah mengetahui bahwa DR.No adalah film yg pertama diangkat ke layar lebar. Tentu saja terasa “ngaco”. Film casino Royal tsb, tokoh Q dan juga sekretaris cantik Moneypenny tidak ditemukan dalam Film ini . Dan memang dalam Casino Royal tokoh Q dan Moneypenny memang belum diciptakan oleh Ian Fleming sang penulis 007. Martin Campbell sang sutradara telah kehabisan ide, makanya sutradara berusaha untuk menciptakan Bond baru yg notabene akan diproduksi lagi Film bond yg ke-22 dengan gaya bond yg baru pula. Maka jangan heran kalau akhir tahun 2008 nanti akan rilis lagi Film Bond baru dengan tokoh 007 yg sama yaitu masih daniel craig. Dan pasti 2008 nanti udah ada Q dan Monetpenny. Tentu juga sang sutradara merasa bebas untuk memvisualisasikan film baru 007 nanti itu karena dia telah me-remark cerita Bond, sehingga untuk film selanjutnya memudahkan untuk berkarya beda dengan yg Bond lainnya. Ibaratnya CR ini mematikan karakter2 Bond sebelumnya agar bisa menimbulkan karakter Bond yg baru. (tapi yaaaa tiap2 sutradara memiliki kebebasan (namun Fans yg bakal kecewa) hahaha..

Casino Royal sungguh jauh berbeda dengan judul2 bond lainnya, karena menghilangkan ciri2 Bond yg sebelumnya. Contohnya : – Bond biasa menggunakan Pistol kecil (Baretta kaliber 0,35mm) yg ringan, nah daniel craig kok pistolnya keren gitu and gede lagi. – Biasanya minum Vodka Martini yg digoncang and bukan di kocok, tapi di casino royal laen ?! – Terlalu banyak buaaaanget produk2 iklan dlm Csn Ryl ini(seolah-olah butuh modal banget). – Biasanya Bond tidak jago dalam Ilmu Beladiri, lah si Daniel Craig kok jago Aikido ? – Wajah Bond biasanya cool, tp kok ini di Cool2-in. – Bond selalu memiliki Sense of humor yg tinggi, tapi craig tidak tuh, tegang malahan. – Dan masih banyak lagi,,,gw sendiri lupa, kecuali gw nonton lagi,,,hehe.

C.R. ibarat Film Bond yg pernah diperankan oleh George Lazenby 1969( On Her Majesty’s Secret Service ), karena Bond jatuh cinta dan hanya di Film OHMSS dan Casino Royal saja tokoh Bond mengucapkan “I Love You” pada Bond Girls-nya. George Lazenby adalah aktor yang paling sedikit membintangi film Bond: cukup sekali saja dia memerankan Bond dlm On Her Majesty’s Secret Service.(karena Film ini paling jelek dalam sejarah Film2 Bond). Daniel Craig ini tentu saja banyak mendapat protes. Hal ini ditengarai oleh protes para fans James Bond yang mengklaim aktor ini sama sekali tidak pantas berperan sebagai Bond. Namun apa boleh buat, Daniel Craig telah dikontrak untuk membintangi 3 seri terbaru James Bond. Dalam Casino Royal ini, juga seorang Bond yg jago dalam ilmu beladiri, sungguh berlawanan dengan Film2 Bond lainnya. Gaya lari daniel craig pun meniru styles-nya Pierce Brosnan sedang berlari, watak angkuhnya-pun meniru gayanya Sir. Sean Connery. Sungguh edan daniel craig, karena jago dalam berlari mengejar mangsanya, so…mana ada tokoh Bond yg jago berlari mengejar musuhnya selain dalam Casino Royal ? (sori bung, tidak satupun film2 Bond gw lewati)…

Banyak para pengamat Film mengatakan bahwa Daniel Craig gagal untuk memerankan James Bond agen Double 0 yang mendapat nomor sandi 007. Film Casino Royal ini sangat mengecewakan Fans2 Bond. Bahkan tanpa malu2, Mantan Bond (Pierce Brosnan) mengaku kalau dia akan membintangi tokoh James Bond lagi, kalau2 Daniel Craig gagal memerankannya sebagai agen 007. Sebenarnya Brosnan ingin memerankan tokoh Bond, tapi sang sutradara ingin mengganti total karakter Bond, agar sang sutradara bisa menciptakan Bond baru untuk dikemudian hari (maksud sutradara agar dia mudah membuat film Bond dan juga karena kehabisan ide, maka digantilah dengan karakter2 baru seenaknya). Intinya adalah sangat terlalu banyak ciri khas Bond tidak dapat ditemukan dalam Film casino royal ini. Film Casino Royal ini sebenarnya bagus, tapi bagi orang-orang yang bukan fans James Bond 007. Maksudnya Casino Royal adalah film yang menarik, tapi jagan membawa-bawa tentang agen 007 atau CS bagus asal tidak ada hubungan dengan tokoh James Bond. Maaf ini bukan asal bacot, tetapi penulis tahu banyak ttg film2 Bond, bahkan tidak satupun film2 Bond dari DR.No sampai film Die Another Day yang penulis lewati.

Ketika anda berkomentar tentang Bond, yang menjadi pertanyaan adalah, sudah berapa kali anda melihat film2 Bond sebelumnya atau judul film Bond apa saja yang telah anda nonton… ?

Captain America: The First Avenger

Si Captain America atau Steve Rogers (Chris Evans) dalam film Captain America: The First Avenger, adalah anak dari seorang veteran perang yang selalu gagal untuk mendaftarkan diri untuk bergabung dalam militer karena postur tubuh yang tidak mencukupi standar untuk menjadi seorang army.

Hingga suatu ketika dia di tarik dengan alasan yang tidak jelas untuk bergabung dengan militer, dan Rogers pun dijadikan kelinci percobaan sebagai Superior Army. Alhasil, Rogers mengalami perubahan bentuk postur tubuh, yang tadinya pendek, o’on, geje, namun berhasil berubah menjadi kekar dan six pack klo istilah orang jaman sekarang..hahahahahaa.

Dari awal hingga akhir film, jangan heran kita akan disuguhi dengan efek-efek 3D kelas murahan bahkan peralatan-peralatan perang canggih pun seperti pesawat-pesawat aneh, mobil dan kapal selam dalam film ini serta senjata-senjata lainnya, sangat mustahil untuk dilihat pada tahun 1942 yaitu saat World War II.

Belum lagi adegan-adegan yang terlalu memaksakan melow ketika Captain America menyimpan foto si Komandan Carter dalam arloji rantainya yang diam-diam si Captain jatuh hati padanya. Konyolllllll….. apalagi adegan ciuman terakhir mereka dimana sang Captain America hendak melompat masuk melewati roda pesawat yang dikendarai Red Skull (Hugo Weaving). Wahahahhaa…bener-bener enggak banget nih adegan, dan tidak ada faktor pendukung cerita yang jelas, sampai-sampai mereka saling tatap dan having kissed. Jedar-jedor yang gak jelas, ledakan-ledakan yang tidak penting, visual efek CGI yang masih culun, bahkan sisipan romance dalam film Captain America: The First Avenger ini pun memang tidak layak untuk dinikmati. .

Barangkali sang sutradara Joe Johnston memang tidak layak di acungi jempol. Lihatlah film-film Joe Johnston sebelum dia membuat Captain America ini seperti The Wolfman (2010), Jurassic Park III (2001), Hidalgo (2004), yang mana tidak satupun film tersebut yang mendapatkan perhatian besar dari kalangan penikmat film maupun para kritikus film. Bahkan yang ada hanya promosi besar-besaran pada berbagai media sebagai strategi marketing…LoL….

Alasan penulis untuk nonton film ini pun sebenarnya bukan karena Judulnya Captain America yang diangkat dari Marvels Komik, namun tidak lain karena ada Tommy Lee Jones, Hugo Weaving, Stanley Tucci, dan Samuel L. Jackson yang ikut ambil bagian dalam film ini. Namun walaupun banyak aktor-aktor bergengsi dalam Captain America: The First Avenger ini, namun tetap saja tidak dapat menganggkat cerita yang bagus untuk dijadikan sebagai bahan perbincangan dengan kerabat maupun menghasilkan kekaguman pada diri sendiri. Walaupun akting mereka terlihat memuaskan, tapi cerita film garapan sutradara Joe Johnston ini menciptakan alur cerita visual yang aneh untuk disimak. Bahkan untuk menulis review inipun, penulis dengan berat hati menjabarkannya. Dan beginilah akibatnya kalau menggabungkan tema film antara action, adventure, fantasy, sci-fi, dan war dengan paksaan.

Baiklah, daripada menjabarkan kesalahan-kesalahan dalam film atau ratusan caci-maki yang tidak enak dibaca, alangkah baiknya kita sudahi menulis review ttg Captain America: The First Avenger Kopral America ini.

Brooklyn’s Finest (2009)

Sebenarnya ini film Brooklyn’s Finest udah lama banget, bahkan jauh sebelum sekarang ini. Malah, di HBO saja film ini udah tayang. Apalagi DVD nya yang penulis nonton di awal Mei 2010 yang udah kualitas gambar original. Hehehe.. Malah, ketika melihat muke Don Cheadle bersanding dengan muke Richard Gere pada cover DVD, tanpa pikir panjang langsung beli tanpa melihat House Production atau sutradara-nya terlebih dahulu.

Film Brooklyn’s Finest berkisah tentang Eddie (Richard Gere), Sal (Ethan Hawke) dan Tango (Don Cheadle), tiga petugas polisi dalam menghadapi tugas dan godaannya masing-masing. Sal bekerja di divisi obat terlarang selama belasan tahun, namun penghasilan yang kecil, membuat Sal berkeinginan untuk menyenangkan istri dan anak-anaknya dengan mendambakan sebuah rumah impian yang layak huni bagi keluarganya. Namun, cara Sal untuk memenuhi impian tersebut bukanlah hal yang mudah. Sal memenuhi impiannya dengan melakukan pemerasan terhadap bandar narkoba maupun mencuri uang bukti hasil kejahatan narkoba.

Sedangkan Tango adalah police undercover yang telah menyamar sebagai pembunuh dan pengedar narkoba selama 3 tahun demi jabatan di belakang meja yang di promosikan oleh atasannya. Namun, niat baik Tango gagal untuk menyelamatkan seseorang yang telah dianggap sebagai saudaranya sendiri yaitu Caz (Wesley Snipes) untuk keluar dari bisnis narkoba. Caz di tembak oleh kesatuan Tango sendiri, yang memang mengincar Caz untuk menciptakan kepanikan ditengah2 para pebisnis narkoba.

Lain lagi dengan Eddie, seorang polisi tua yang akan pensiun dalam waktu 7 hari, menjalani hidupnya dengan kesepian yang membuat hidupnya terasa pahit. Apalagi setelah Eddie meminta seorang teman sekaligus pelacur untuk merubah hidup mereka ke kehidupan yang lebih baik. Eddie, Sal dan Tango tidak saling mengenal walau mereka dalam satu institusi, hingga sebuah penyerbuan bandar obat terlarang membawa mereka bertiga bertemu di tempat yang sama dimana Eddie menjalani hari pertama pensiun, dia menemukan seorang wanita yang hilang diculik oleh agen narkoba.

Sebuah ending yang memainkan emosi penonton ketika kita menelik cerita film Brooklyn’s Finest ini scene by scene hingga akhirnya cerita di tutup dengan suasana yang tragis yang menyebabkan kematian. Namun suguhan sutradara Antoine Fuqua ini emang patut diacungi jempol. Alur cerita yang naik turun, seketika memainkan adrenalin penonton sampai kepada klimaks sebuah cerita dalam film Brooklyn’s Finest yang tidak bisa ditebak, namun mengeluarkan kata2 decak-kagum, ketika credit title mulai bergeser di bagian bawah layar kaca. Maklum “kaca”, kan nontonnya DVD, bukan bioskop..LoL

Selamat menikmati Film bagus ini Brooklyn’s Finest, karena selain dengan cerita yang ber-MUTU, kita juga disuguhi oleh kolaborasi pemeran-pemeran kelas A. Selamat menonton Film bagus ini…

AVATAR

Film ini berkisah tentang kehidupan di masa depan di sebuah planet yang bernama Pandora pada tahun 2154. Planet ini dihuni oleh bangsa Na’vi yang layaknya manusia tapi berbadan biru, bermata besar, bertelinga panjang, lebih kuat dari manusia, dan mirip seperti wajah kucing. Mereka hidup seperti manusia purba yang gemar berburu. Yang kemudian, sekelompok orang Amerika mendatangi Pandora dalam sebuah ekspedisi yang hendak mengambil batu berharga bernama Unobtainium yang terkandung di bawah permukaan Pandora.

Jack Sully terlibat dalam ekspedisi ini untuk mengetahui budaya Na’vi, agar dapat membujuk bangsa Na’vi untuk pindah dari daerah tersebut, sehingga tim ekspedisi lebih leluasa untuk mengambil batu berharga yang berada di bawah permukaan planet Pandora tersebut tanpa menimbulkan korban. Seperti biasa dalam film2 lainnya, mungkin kita dapat menebak ceritanya. Yang berawal hanya sekedar menjalani sebuah misi, namun di akhir malah membela kaum yang lemah. Disinilah sisi kemanusiaan Jake Sully dipertontonkan sebagai seorang pembelot dari ras nya sendiri, sekaligus seorang pahlawan.

Untuk mengenal dan memahami bangsa Na’vi lebih dalam, maka Jake diutus dengan menggunakan avatarnya yang memiliki keserupaan fisik dengan fisik bangsa Na’vi sesungguhnya. Jake Sully (Sam Worthington) bertemu dengan Neyfiri, putri kepala suku Na’vi. Maka, muncullah hubungan cinta antarspesies. Kendati kisah cintanya agak janggal (karena antarspesies).

James Cameron sang sutradara berhasil membuat kisah itu sangat halus dan menyentuh. Dengan imajinasi sang sutradara beken, suasana kehidupan Planet Pandora terlihat sangat indah, ditambah dengan musik latar yang dapat menyatukan imajinasi penonton agar film dapat dinikmati yang seolah-olah seperti kehidupan nyata.

Walau film ini masih banyak terdapat kejanggalan seperti gerakan bangsa Na’vi yang masih kaku (alias rekayasa komputer) dan banyak lagi, akan tetapi film ini layak di acungi jempol. Karena semua kejanggalan2 tersebut dapat ditutup oleh imajinasi2 yang ada dalam film itu sendiri.

Ketika anda menonton film ini, salah satu hal yang membuat kita takjub adalah ketika Jake yang menunggangi Ikran, yaitu mahkluk seperti naga terbang dalam dongeng2 picisan, namun sang sutradara dapat membuatnya hidup seperti nyata ditambah dengan lantunan musik yang menyentuh.

Ada hal2 yang bisa ditebak dari film Avatar ini, salah satunya adalah kegunaan Toruk Makto. Bahkan ketika pertempuran pertama usai dan Jake tinggal sendiri, dan ketika dia terbangun untuk mencari Toruk Makto, disana terlihat bahwa Jake tidak memiliki pisau di dadanya, namun ketika sampai di tempat paling rahasia suku Na’vi degan tunggangan barunya yaitu Toruk, tiba2 terlihat di dadanya sudah ada pisau menggantung. Sekali lagi, walau banyak kejangalan2 dalam film ini, sebaiknya abaikan saja, karena sang sutradara dapat menutupnya dengan ide cerita yang menarik, dan anda akan melupakan semua kejanggalan.

Dan James Cameron berjanji, kalau Avatar sukses, maka dia akan membuat kelanjutan cerita ini. Mudah2an oke….dan Terminator 5 kapan yah? Sebentar lagi kan Gubernur California udah gak ngejabat gubernur lagi……u know what I mean….

Tanpa AVATAR, mungkin film-film Hollywood yang masuk ke Indonesia selama tahun 2009 akan garing. New Moon ja lewat….dadah…

A Perfect Getaway

Cydney (Milla Jovovich) dan Cliff (Steve Zahn) adalah pasangan baru menikah. Mereka berencana berbulan madu ke tempat eksotika di Hawai. Di perjalanan mereka bertemu dengan Cleo dan Kale. Pasangan yang mencurigakan,Cleo meminta tumpangan pada Cliff dan Cyd, tapi Kale sepertinya emoh saat melihat ekspresi Cliff yang tak rela. Kale dan Cleo juga pasangan baru. Tak jadi numpang, mereka melanjutkan perjalanan.

Di tengah suasana bulan madu, beredar kabar, ada pembunuh berantai yang korbannya selalu pasangan baru menikah.Mereka memiliki ciri mengoleksi gigi milik korban. Seram. Dan perjalanan pun berubah menjadi penuh kecurigaan dan ketidaknyamanan. Apalagi saat mereka bertemu dengan Nick dan Gina. Nick punya kemampuan beladiri, martial arts yang membuat kecurigaan Cliff muncul. Tapi sesungguhnya kecurigaan terbesar ada pada pasangan Cleo dan Kale.

Ada beberapa perilaku yang mencurigakan. Keadaan yang tak menentu ini dipersulit dengan medan hutan Hawai yang jauh dari pemukiman.Perjalanan dengan banyak flashback ini akhirnya terasa aman ketika akhirnya polisi menggeledah dan menangkap Cleo dan Kale. Bukti-bukti pembunuhan ada di dalam tas Kale. Beres?

Film ini disutradarai David Twothy yang banyak bermain dengan film-film action macam Riddick, Pitch Black,atau GI.Jane.Berusaha membuat alur yang penuh intensi, tapi ketegangan yang tercipta tidak begitu bisa dirasakan.Film ini memang menawarkan twist ending yang cukup menarik.Tapi jika tokoh pembunuh malah sudah bisa ditebak di pertengahan film? Apa jadinya? U’ve Decide.

(500) Days of Summer

Thanks God, u brings Zooey Deschanel. Setelah sukses mendampingi Jim Carrey di Yes Man, Zoey si cantik, naif dan akting memikatnya, tampil kembali dalam drama komedi terbaru: (500) Days of SUmmer. Film cergas dari debut sutradara video Marc Webb.

Secara cerita, film ini klise. Soal Tom Hansen, seorang tim kreatif kartu ucapan yang jatuh cinta (Joseph Gordon Levitt)pada perempuan biasa bernama Summer Finn (Zoey). Summer hadir ketika Tom tengah rapat. Diperkenalkan sebagai asisten baru oleh direkturnya, diam-diam tampilan Summer yang biasa-biasa saja itu tak terlalu memikat Tom. Hari kesekian, kabar bahwa Summer adalah perempuan frigid–yang tidak pernah bicara di ruang photocopy, sampai pada Tom. Tom curi-curi pandang, tapi greget itu tidak pernah datang.

Hari kesekian, ia satu lift dengan SUmmer. Tom tiis saja mendengarkan musik. Tapi, “I Like The Smiths,” ujar Summer pada Tom. There Is A Light That Never Goes Out tengah diputar Tom saat itu. Well, satu selera rupanya. Mulailah perhatian Tom memusat pada Summer. Dan kesekian hari, kesekian hari, begitu banyak kejadian yang akhirnya makin mendekatkan Tom pada SUmmer–ciuman di tempat photocopy merubuhkan semuanya.

Oh ya, meski Tom jatuh cinta, Summer bukan perempuan mudah berkomitmen. Bisa dibilang tidak mau. “Kita berteman saja,” begitu katanya pada Tom. Ok berteman, tapi Tom bisa tidur bareng, make love juga,dan melakukan hal-hal romantis seperti layaknya pasangan. Ok,pada hari kesekian dan kesekian, Tom bisa menerima fakta soal Summer ini. Nggak penting soal label memang. Summer adalah penganut this free world, as long as u happy just do it. Modern girl.

Tapi Tom tak memiliki hati seluas samudera untuk menerima kenyataan ini. Lama-hari kesekian dan kesekian-lama, hubungan ini menjadi aneh juga. Tom mulai mempertanyakan,”sebenernya kita itu ngapain sih?” Tom mulai primitif ketika desakan mempertanyakan status datang. Pada hari kesekian, hubungan itu mulai rapuh. Membosankan.Dan pada hari kesekian, adegan menunjukan perpisahan datang begitu saja. Summer cabut dari kantor. Tom jatuh pada kubangan “cinta ini membunuhku,” begitulah.

Dan hari kesekian pula, setelah lumayan lama, bertemu kembali ia dengan SUmmer. Perasaan muncul kembali. Tapi, kenyataan sudah jauh berbeda. Summer sudah berkomitmen. Kenapa bisa?

Sebetulnya film ini biasa-biasa saja. Menjadi menarik ketika film yang naskahnya dibuat oleh Michael H.Weber dan Scott Neustadter (pink panther 2) ini tidak membuat alur film lurus begitu saja. Sesuai judulnya, alur film memakai hitungan hari, namun sutradara mengulang-alik alurnya. Hari kesekian bahagia mendadak melompat di hari ketiga ratus yang suram. Tidak membosankan jadinya. Awalnya mungkin agak membingungkan, tapi oke lucu juga.

Dari segi akting Zoey dan Gordon pun tak kedodoran. Menarik, sederhana dan tak berlebihan. Film ini makin asyik karena sepanjang film dibubuhi begitu banyak lagu-lagu menarik dari The SMiths, Feist, The Temper Trap,Simon and Garfunkel, etc. Mungkin yang agak mengganggu ketika satu scene ini ada adegan kabaret. Tapi koreography yang oke menutupi gangguan kecil ini. Film ini menarik untuk disimak. Lupakan “Happy Go Lucky” dan nikmati (500) Days of Summer.